Determinasi Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Overweight dan Obesitas pada Remaja Sekolah: Studi Cross-Sectional di Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.37362/prj.v1i2.947Keywords:
Aktivitas fisik, overweight, obesitas, remajaAbstract
Latar belakang: Overweight dan obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian tersebut adalah rendahnya aktivitas fisik. Perubahan gaya hidup yang cenderung sedentary pada remaja, seperti meningkatnya penggunaan gadget dan berkurangnya aktivitas fisik, turut berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi overweight dan obesitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight dan obesitas pada remaja di SMP Negeri 1 Bulukumba.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik korelasional melalui metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 350 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) untuk mengukur aktivitas fisik, serta pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U).
Hasil penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 33 responden (66,0%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 30 responden (60,0%) termasuk kategori overweight dan 20 responden (40,0%) termasuk kategori obesitas. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight dan obesitas pada remaja.
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Remaja dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan dengan remaja yang memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik pada remaja sebagai strategi pencegahan overweight dan obesitas, baik melalui lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat

