HUBUNGAN PENGGUNAAN SHOULDER BAG DENGAN KEJADIAN UPPER TRAPEZIUS MYALGIA PADA MAHASISWA STIKES PANRITA HUSADA BULUKUMBA
DOI:
https://doi.org/10.37362/prj.v1i2.997Keywords:
Shoulder bag; Upper trapezius Myalgia; MahasiswaAbstract
Pendahuluan: Kebiasaan membawa shoulder bag pada satu sisi bahu dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban tubuh dan meningkatkan ketegangan pada otot leher dan bahu, terutama otot upper trapezius, yang dapat memicu keluhan nyeri. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan penggunaan shoulder bag dengan kejadian upper trapezius myalgia pada mahasiswa STIKES Panrita Husada Bulukumba.
Metode Penelitian: Desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar karakteristik penggunaan tas, Standardized Nordic Musculoskeletal Questionnaire (SNQ), dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan shoulder bag dengan kejadian upper trapezius myalgia pada mahasiswa (p <
0,05).
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 orang (100%). Frekuensi penggunaan shoulder bag terbanyak adalah 3–5 hari per minggu sebanyak 50 orang (64,1%). Sisi bahu dominan yang paling banyak digunakan adalah bahu kanan sebanyak 31 orang (39,7%). Berat beban tas mayoritas ≤ 3 kg sebanyak 72 orang (92,3%). Durasi penggunaan terbanyak 1–3 jam per hari sebanyak 31 orang (39,7%). Tingkat nyeri yang paling dominan adalah nyeri sedang sebanyak 51 orang (65,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan shoulder bag dengan kejadian upper trapezius myalgia (p < 0,05).

