Physiotherapy and Rehabilitation Journal
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07
<p>Physiotherapy and Rehabilitation Journal (PRJ) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panrita Husada Bulukumba dengan fokus kajian pada semua bidang keilmuan fisioterapi dengan frekuensi penerbitan sebanyak dua kali dalam setahun.</p>LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada Bulukumbaen-USPhysiotherapy and Rehabilitation Journal3109-4376Effectiveness of Baby Massage in Stunting Prevention: a Systematic Review
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07/article/view/984
<p>Stunting remains a major global health problem characterized by a child’s height-for-age below the standard deviation (< -2 SD or < -3 SD). Infants with low birth weight and birth length <48 cm are at higher risk of developing stunting due to impaired growth and development. Early stimulation, such as infant massage, is considered a potential intervention to support optimal growth and development outcomes in early childhood and to improve overall child health status significantly.</p> <p>This study aimed to systematically review the effectiveness of infant massage in preventing stunting. A literature review was conducted by searching articles in Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect published between 2013 and 2023. A total of 17 articles were identified from electronic databases, and no additional records were found through manual searching. After screening and eligibility assessment, 14 articles were excluded, and 3 full-text articles met the inclusion criteria and were included in the final analysis process.</p> <p>The findings indicated that 2 studies reported a significant increase in body length among infants aged 0–24 months following infant massage intervention, while 1 study showed a significant increase in body weight among children aged 2–3 years (ρ < 0.05). These results suggest that infant massage contributes positively to child growth outcomes.</p> <p>In conclusion, infant massage is an effective intervention to promote infant growth and may help prevent stunting. It is recommended that pregnant women, particularly in the third trimester, receive training in infant massage to enable early tactile stimulation after birth safely and effectively.</p>Andi Eka Nur WahyuIrfan IrfanAndi Tenriola
Copyright (c) 2026 Physiotherapy and Rehabilitation Journal
2026-06-072026-06-0712738910.37362/prj.v1i2.984Pengaruh Lama Penggunaan Smartphone Dengan Kejadian Mechanical Neck Pain Pada Mahasiswa Stikes Panrita Husada Bulukumba
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07/article/view/996
<p>Latar Belakang: Penggunaan Smartphone yang semakin meningkat dalam kehidupan <br>sehari-hari berpotensi menyebabkan perubahan postur tubuh yang tidak ergonomis, <br>terutama posisi leher yang cenderung menunduk dalam waktu lama. Kondisi ini dapat <br>meningkatkan beban pada struktur muskuloskeletal leher dan memicu terjadinya <br>mechanical neck pain pada mahasiswa. <br>Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan <br>smartphone terhadap kejadian mechanical neck pain pada mahasiswa STIKes Panrita <br>Husada Bulukumba. <br>Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross<br>sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik <br>purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner lama penggunaan smartphone <br>dan Neck Disability Index (NDI). Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan <br>tingkat signifikansi p < 0,05. <br>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki durasi <br>penggunaan smartphone kategori berat (66,3%) dan mengalami disabilitas leher kategori <br>berat (38,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), yang <br>menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara lama penggunaan smartphone <br>dengan kejadian mechanical neck pain. <br>Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh lama penggunaan <br>smartphone terhadap kejadian mechanical neck pain pada mahasiswa STIKes Panrita <br>Husada Bulukumba. Semakin lama durasi penggunaan smartphone, maka semakin tinggi <br>risiko terjadinya gangguan nyeri leher mekanik. <br>Kata kunci: Smartphone; Mechanical Neck Pain; Ergonomic</p>Nur Indasari BustangIrma SuryaniAndi Fadhilah Tenriwulan
Copyright (c) 2026 Physiotherapy and Rehabilitation Journal
2026-06-072026-06-0712909610.37362/prj.v1i2.996Determinasi Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Overweight dan Obesitas pada Remaja Sekolah: Studi Cross-Sectional di Bulukumba
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07/article/view/947
<p>Latar belakang: Overweight dan obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian tersebut adalah rendahnya aktivitas fisik. Perubahan gaya hidup yang cenderung sedentary pada remaja, seperti meningkatnya penggunaan gadget dan berkurangnya aktivitas fisik, turut berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi overweight dan obesitas.</p> <p>Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight dan obesitas pada remaja di SMP Negeri 1 Bulukumba.</p> <p>Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik korelasional melalui metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 350 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A)</em> untuk mengukur aktivitas fisik, serta pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U).</p> <p>Hasil penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 33 responden (66,0%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 30 responden (60,0%) termasuk kategori overweight dan 20 responden (40,0%) termasuk kategori obesitas. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight dan obesitas pada remaja.</p> <p>Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Remaja dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan dengan remaja yang memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik pada remaja sebagai strategi pencegahan overweight dan obesitas, baik melalui lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat</p>Safruddin SafruddinInggriani InggrianiHaerani HaeraniAsnidar Asnidar
Copyright (c) 2026 Physiotherapy and Rehabilitation Journal
2026-06-072026-06-0712667210.37362/prj.v1i2.947Penerapan Progressive Muscle Relaxation Dengan Diagnosis Gangguan Pola Tidur Pada Kasus Batu Saluran Kemih Di RSUD KH. Hayyung Selayar Tahun 2025
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07/article/view/995
<p>Tujuan: Menganalisis penerapan <em>progressive Muscle Relaxation </em>dengan diagnosis gangguan pola tidur pada kasus batu saluran kemih</p> <p>Metode: Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan responden pasien di ruang perawatan bedah sebanyak 1 orang.</p> <p>Hasil: setelah dilakukan impelementasi <em>progressive Muscle Relaxation</em> selama tiga hari menunjukkan bahwa penerapan <em>program muscle relaxation</em> memberikan dampak positif terhadap perbaikan pola tidur pada Tn. S dengan kasus batu saluran kemih. Intervensi ini terbukti membantu pasien dalam mencapai kondisi relaksasi, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur secara bertahap.</p> <p>Kesimpulan: Selama tiga hari pelaksanaan implementasi terjadi perbaikan pola tidur yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur malam, berkurangnya frekuensi terbangun serta meningkatkan rasa nyaman dan segar setelah tidur. <em>Progressive</em> <em>Muscle relaxation </em>terbukti membantu menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan relaksasi fisik maupun psikologis pasien sehingga mendukung kualitas tidur yang lebih baik.</p> <p> </p> <p><strong>KATA KUNCI: </strong><em>Progressive Muscle Relaxation; </em>batu saluran kemih; gangguan pola tidur; Relaksasi</p>Hamdana HamdanaAndi AisahAndi Tenriola
Copyright (c) 2026 Physiotherapy and Rehabilitation Journal
2026-06-072026-06-0712455410.37362/prj.v1i2.995HUBUNGAN PENGGUNAAN SHOULDER BAG DENGAN KEJADIAN UPPER TRAPEZIUS MYALGIA PADA MAHASISWA STIKES PANRITA HUSADA BULUKUMBA
http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/07/article/view/997
<p>Pendahuluan: Kebiasaan membawa <em>shoulder bag</em> pada satu sisi bahu dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban tubuh dan meningkatkan ketegangan pada otot leher dan bahu, terutama otot <em>upper trapezius</em>, yang dapat memicu keluhan nyeri. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan penggunaan <em>shoulder bag</em> dengan kejadian <em>upper trapezius</em> <em>myalgia</em> pada mahasiswa STIKES Panrita Husada Bulukumba.</p> <p>Metode Penelitian: Desain analitik korelasional menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar karakteristik penggunaan tas, <em>Standardized Nordic Musculoskeletal Questionnaire</em> (SNQ), dan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS). Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square </em>dengan tingkat signifikansi p < 0,05.</p> <p>Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan <em>shoulder bag</em> dengan kejadian <em>upper trapezius</em> <em>myalgia</em> pada mahasiswa (p <</p> <p>0,05).</p> <p>Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 orang (100%). Frekuensi penggunaan <em>shoulder bag</em> terbanyak adalah 3–5 hari per minggu sebanyak 50 orang (64,1%). Sisi bahu dominan yang paling banyak digunakan adalah bahu kanan sebanyak 31 orang (39,7%). Berat beban tas mayoritas ≤ 3 kg sebanyak 72 orang (92,3%). Durasi penggunaan terbanyak 1–3 jam per hari sebanyak 31 orang (39,7%). Tingkat nyeri yang paling dominan adalah nyeri sedang sebanyak 51 orang (65,4%). Hasil uji <em>Chi-Square </em>menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan <em>shoulder bag</em> dengan kejadian <em>upper trapezius</em> <em>myalgia</em> (p < 0,05).</p>Al Fajriani Ananda BaharuddinAndi Eka Nur WahyuMujaddidah Yuharti
Copyright (c) 2026 Physiotherapy and Rehabilitation Journal
2026-06-072026-06-0712555610.37362/prj.v1i2.997