Authors
-
Irma Suryani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Iramaya Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Asdinar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Al Fajriani Ananda Bahar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Nurul Insani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Yalya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Andi Reski Amelia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Azthagina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Zakila Syahdam
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Putri Regina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Khusnul Khatima
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Widia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Husnul Khatimah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Marsyah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Isti Aulia Rahma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Ridha Amalia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
A. Muh. Galih Setiawan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Anisa Magfira
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Agus Fauzan Nasri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Risma Aulia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Andi Fadil Khairul Iman
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Dewi Astita Ningrum
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Mutiara Syeirina Putri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
-
Raodatul Jannah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada
Keywords:
kader kesehatan, kesiapsiagaan bencana, pemberdayaan masyarakat, Bulukumba
Abstract
Kader kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba, dalam kesiapsiagaan bencana dan penanganan kegawatdaruratan sederhana. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, simulasi, dan praktik lapangan dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan kader mengenai tanggap darurat dan tindakan pertolongan pertama. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dan ketahanan masyarakat di daerah rawan bencana.