http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jkph/issue/feed Jurnal Kesehatan Panrita Husada 2021-09-28T08:14:35+00:00 Asri jurnalkesehatanpanrita@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Kesehatan Panrita Husada merupakan jurnal yang melahirkan informasi kesehatan yang mengandung nilai religi. Masalah kesehatan melahirkan tenaga yang professional unggul dan terampil di dunia kerja sehingga informasi tenaga kesehatan dapat diberdayakan. Religi merupakan nilai-nilai yang ditanamkan pada diri alumni agar dalam menjalankan tugasnya dapat memberikan keniscayaan pada diri pasien dan nilai pada masyarakat</p> http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jkph/article/view/577 Analisis Kadar Formalin Pada Tahu Yang Beredar Di Pasar Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba 2021-09-23T05:49:03+00:00 Arfiani Nur arfianinur@gmail.com Rahmatia Syam arfianinur@gmail.com Asdinar arfianinur@gmail.com Aisyah arfianinur@gmail.com Rahmiani Gani arfianinur@gmail.com Syarifah Rabiatul Adawiah arfianinur@gmail.com Titik Andriani arfianinur@gmail.com <p><em>Food and Agriculture Organization</em> (FAO) dan <em>World Health Organization</em> (WHO) menyatakan bahwa bahan tambahan makanan adalah bahan-bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah sidikit&nbsp; untuk memperbaiki warna, bentuk, citarasa, tekstur, atau sebagai pengawet. Menurut PerKBPOM No. 2 tahun 3013 tentang Bahan Berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan salah satunya adalah formalin.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan formalin dalam tahu yang kemungkinan beredar di pasar tradisional kabupaten Bulukumba. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Metode analisis kualitatif formalin dilakukan dengan metode fenilhidrazin dan analisis kuantitatifnya dengan metode spektrofotometri. Sampel tahu diambil di Pasar Kecematan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan dari 10 sampel tahu yang dibeli dari 10 penjual terdapat 3 sampel tahu yang mengandung formalin&nbsp; (30%). Kadar formalin dalam sampel tahu pada ketiga penjual tersebut adalah 10 ppm, 9,8 ppm, 9,5 ppm. Disarankan kepada pedagang agar tidak menggunakan formalin sebagai bahan tambahan pangan dan masyarakat agar berhati-hati dalam membeli bahan makanan.</p> 2021-09-23T05:39:23+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Panrita Husada http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jkph/article/view/593 Efektivitas Diaphragmatic Breathing (DB) Dan Aerobic Training ( Walking) Terhadap Peningkatan Kapasitas Fungsional dan Activity Daily Living (ADL) Pasien Hearth Failure ( HF) 2021-09-23T06:00:59+00:00 Asri nurasri138@yahoo.co.id Edison Siringo Ringo nurasri138@yahoo.co.id Safruddin nurasri138@yahoo.co.id Siti Nurjannah nurasri138@yahoo.co.id <p><em>Cardiovascular Disiases</em> (CVDs) merupakan penyebab nomor satu kematian secara global yang diperkirakan sebanyak 17,9 juta orang atau sebesar 31% dari semua kematian global (WHO, 2017). Salah satu CVDs adalah <em>Heart Failure </em>(HF) (WHO, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara DB dan AT <em>(Walking)</em> dengan DB terhadap peningkatan kapasitas fungsional dan ADL pasien Hearth Failure. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experimen </em>dengan pendekatan kuantitatif, dengan desain <em>pre test and post test control gropu.</em> Hasil peneleitian didapatkan bahwa pada kelompok intervensi pre dan post, mempunyai pengaruh atau efektif meningkatkan kapasitas fungsional dan Activity Daily Living (ADL) pasien Hearth Failure (HF), dimana nilai P Value didapatkan sebesar 0,000. pada kelompok kontrol pre dan post intervensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas fungsional pasien Hearth Failure (HF) dimana nilai P Value didapatkan sebesar 0,000, perbandingan efektifitas&nbsp; antara yang diberikan intervensi Diafragmatic Breathing (DB) dan Aerobik Training (Walking) pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan intervensi Diafragmatic Breathing memiliki efektifitas terhadap peningkatan kapasitas fungsional dan Activity Daily Living (ADL) pasien Heart Failure, dimana nilai P Value yang didapatkan sebesar 0,000. Kesimpulan dan saran Perbandingan efektifitas antara DB dan AT <em>(Walking)</em> dengan DB terhadap peningkatan kapasitas fungsional dan ADL pasien Hearth Failure masing-masing memiliki efektifitas, akan tetapi kombinasi DB dan Aerobic Training (Walking) memiliki efektifitas yang sangat cepat, dapat dilihat pada nilai selisih dari kedua intervensi tersebut. Disarankan kepada pihak rumah sakit RSUD Prof.Dr.Anwar Makkatutu Bantaeng untuk lebih mengaktifkan program latihan Diafragmatic Breathing (DB) Kombinasi Aerobic Training (Walking) dan memasukkaan kedalam kebijakan rumah sakit untuk diterapkan, selain itu dapat melakukan pelatihan yang intensif kepada para petugas terutama perawat sehingga ahli dalam memberikan pelatihan kepada pasien yang berguna untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien yang mengalami Hearth Failure.</p> 2021-09-23T05:57:13+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Panrita Husada http://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jkph/article/view/580 Analisis Uji Tes Toleransi Glukosa Oral Sebagai Deteksi Dini Pradiabetes Pada Obesitas 2021-09-28T08:14:35+00:00 Alfyan Rahim kurniawanaminmrm@gmail.com Thaslifa alfyanrahim23@gmail.com Irwansyah alfyanrahim23@gmail.com <p><em>Background: Diabetes mellitus (DM) is a dangerous disease with prevalence in Indonesia, including South Sulawesi, until now it has reached 3.4% of the total population. Prediabetes is an early condition for diabetes where blood glucose levels are above normal levels. One of the factors that are most closely related to the incidence of prediabetes is obesity which is also a problem currently faced at the age of children and adolescents. One way to detect a disturbance in glucose metabolism is the Oral Glucose Tolerance Test (TTGO).</em><strong><em>Objective:</em></strong> <em>This study aims to determine the incidence of prediabetes in obese students. </em><em>Methods: </em><em>The study design was analytical descriptive, analyzing the test variables of OGTT as a prediabetes screening in the obese. The population was all active students of Megarezky University who were obese obtained by purposive sampling technique. </em><em>Results: </em><em>Based on the research result of 40 respondents, after the measured levels of GDP and two-hour glucose levels after oral glucose administration (postprandial), obtained a mean grade of respondents OGTT was 120,45 mg/dl and 8 (20%) of whom had an abnormal OGTT level ( 140-199 mg/dl). </em><em>Conclusion: </em><em>It reveals that the eight respondents experienced impaired glucose tolerance (IGT) and prediabetes. Obese people should begin to keep a balance between intake and energy expended to avoid Diabetes Mellitus.</em></p> 2021-09-28T08:03:48+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Panrita Husada