Hubungan Kecacingan Dengan Stunting Pada Balita Dengan Menggunakan Metode Sedimentasi di Kabupaten Bulukumba

  • Asdinar Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia
  • Nurfaikatunnisa Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia
  • A.R.Pratiwi Hasanuddin Prodi DIII Analis Kesehatan,STIKES Panrita Husada Bulukumba,Indonesia

Abstract

Latar belakang penelitian adalah Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita maupun faktor sosial ekonomi, kebersihan personal Hygiene, sanitasi lingkungan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kasus stunting yaitu adanya infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminthiasis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara pemeriksaan telur cacing STH dan mengetahui hubungan antara kecacingan dengan stunting pada balita dengan metode pemeriksaan sedimentasi. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan untuk melihat hubungan antara kecacingan dengan stunting pada balita di Kabupaten Bulukumba, dimana sampel yang digunakan sebanyak 20 subjek. Kesimpulan penelitian ini diperoleh nilai p = 2,17 artinya nilai ɑ = 0,05 lebih besar dari nilai p, dapat ditarik kesimpulan   bahwa   tidak    ada   hubungan   signifikan antara kecacingan dengan balita dengan metode pemeriksaan sedimentasi di Kabupaten Bulukumba dengan uji yang digunakan Chi-square atau uji alternatif fisher. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan untuk menggunakan APD lengkap dalam pemeriksaan dan waktu yang relatif lebih lama.

Published
2021-10-10
How to Cite
Asdinar, Nurfaikatunnisa, & A.R.Pratiwi Hasanuddin. (2021). Hubungan Kecacingan Dengan Stunting Pada Balita Dengan Menggunakan Metode Sedimentasi di Kabupaten Bulukumba. Jurnal TLM Blood Smear, 2(2), 31-40. Retrieved from https://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/JMLT/article/view/550