Gambaran Morfologi Eritrosit Menggunakan Antikoagulan K3EDTA dan Antikoagulan Filtrat Bawang putih (Allium sativum)

  • Alim Nuary Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia
  • Rahmat Aryandi Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia
  • Andi Suswani Makmur Prodi DIII Analis Kesehatan, Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia

Abstract

Antikoagulan EDTA sering digunakan sebagai antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah, adapun terkadang sudah rusak, habis atau bahkan kadaluarsa, untuk mengantisipasi maka dilakukan penelitian guna mencari alternatif pengganti reagen EDTA sebagai antikoagulan menggunakan bahan yang lebih mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita. Bawang putih (Allium sativum.) mengandung minyak atsiri, senyawa allicin, alliin dan senyawa organosulfur lainnya seperti Ajoena yang berperan dalam antikoagulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antikoagulan filtrat Bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai alternatif antikoagulan K3EDTA dalam pemeriksaan morfologi Eritrosit. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimen yang dilakukan dengan tiga perlakuan yang digunakan untuk melihat morfologi Eritrosit menggunakan antikoagulan K3EDTA dan antikoagulan filtrat umbi Bawang putih. Hasilnya tidak terdapat perubahan morfologi baik dari segi bentuk, ukuran dan warna, jarak Eritrosit dengan sel darah lainnya dan kejelasan lapang pandang yang diamati tidak jauh berbeda jika menggunakan antikoagulan K3EDTA. sehingga filtrat Bawang putih layak dijadikan sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan apusan darah tepi.

Published
2021-10-28
How to Cite
Alim Nuary, Rahmat Aryandi, & Makmur, A. S. (2021). Gambaran Morfologi Eritrosit Menggunakan Antikoagulan K3EDTA dan Antikoagulan Filtrat Bawang putih (Allium sativum). Jurnal TLM Blood Smear, 2(2), 48-53. Retrieved from https://ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/JMLT/article/view/735