Pengaruh Relaksasi Guided Imagery Terhadap Penurunan Cemas Pada Pre Operatif Pasien Fraktur

  • Sulasri Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin
  • Samsir Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin
  • Alamsyah Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin

Abstract

Fraktur merupakan kontinuitas tulang dan struktur tulang menjadi terputus yang menyebabkan retak, remah dan bagian korteks menjadi pecah, yang disebabkan oleh peristiwa trauma. Tindakan operasi atau pembedahan merupakan pengalaman yang bisa menimbulkan kecemasan, oleh karena itu berbagai kemungkinan buruk bisa terjadi yang akan membahayakan pasien sehingga perlu teknik untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh relaksasi guided imagery terhadap penurunan cemas pre operatif pasien fraktur. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest design. Kelompok intervensi berjumlah 10 orang dan kelompok control sebanyak 10 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Mann Withney didapatkan  hasil p = 0,00 < p=0,05. Kesimpulan relaksasi guided imagery efektif dalam menurunkan cemas pada pre operatif pasien fraktur di RS. TK II Pelamonia

References

Aprianto, D., Kristiyawati, S. P., & Purnomo, E. C. (2013). Efektifitas Tehnik Relaksasi Imajinasi Terbimbing dan Nafas dalam terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi. STIKES Telogorejo, 2, 24–26.

Heather, H. T. (2015). NANDA International Inc. Diagnosis Keperawatan : Defenisi & Klasifikasi 2015-2017 (Edisi 10). EGC.

Kaplan, H.I & Sudock, B.J. (2011). Synopsis of Psychiatry. New York: Williams and Wilkins

Lukman, & Ningsih, N. (2013). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika.

Mardiani, N., & Hermawan, B. (2019). Pengaruh Teknik Distraksi Guidance Imagery Terhadap Tingkatan Ansietas Pada Pasien Pra Bedah Di Rsud Linggajati Kabupaten Kuningan. Jurnal Soshum Insentif, 136–144. https://doi.org/10.36787/jsi.v2i1.117

Naser, A., Martin, B., Jessica, B., Ignacio, C., David, E., Ann, G. S., ... & Natalia, L. (2020). Maize Genomes to Fields (G2F): 2014–2017 field seasons: genotype, phenotype, climatic, soil and inbred ear image datasets.

PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Defenisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1).

Pratama, I., & Pratiwi, A. (2020). Pengaruh Efektivitas Tehnik Relaksasi Guidet Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2020. Jurnal Health Sains, 1(4), 195–207.https://doi.org/10.46799/jhs.v1i4.41

Smeltzer, B., & Bare, B. G. (2006). Medical Surgical Nursing. Brunner and Suddarth Vol: 2. EGC. Jakarta.

Solomon, L., Warwick, D., Nayagam, S., & Mankin, H. J. (2010). Injuries of knee and leg. Apley’s System of Orthopaedics and Fractures, 897-904.

Vagnoli, L., Bettini, A., Amore, E., De Masi, S., & Messeri, A. (2019). Relaxation-guided imagery reduces perioperative anxiety and pain in children: a randomized study. European Journal of Pediatrics. https://doi.org/10.1007/s00431-019-03376-x

Published
2022-03-16
How to Cite
Sulasri, Samsir, & Alamsyah. (2022). Pengaruh Relaksasi Guided Imagery Terhadap Penurunan Cemas Pada Pre Operatif Pasien Fraktur . Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 7(1), 8-15. https://doi.org/10.37362/jkph.v7i1.731
Section
Articles