Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X
DOI:
https://doi.org/10.37362/jkph.v11i1.881Keywords:
Kata kunci: hipertensi, pengetahuan lansia, kepatuhan diet, diet hipertensiAbstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Setiap tahunnya, sekitar tujuh juta kematian berkaitan dengan hipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian tekanan darah, terutama kepatuhan terhadap diet hipertensi. Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis, faktor genetik, serta kebiasaan pola hidup tidak sehat seperti konsumsi garam dan lemak berlebih serta kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan kepatuhan diet hipertensi di wilayah Kelurahan X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi korelasi. Sampel penelitian berjumlah 40 lansia yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan diet hipertensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan diet yang baik (77,8%), sedangkan lansia dengan pengetahuan kurang mayoritas menunjukkan kepatuhan diet yang rendah (71,4%). Secara keseluruhan, sebanyak 60,0% responden memiliki kepatuhan diet yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,032 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan lansia dengan kepatuhan diet hipertensi. Nilai Odds Ratio sebesar 3,50 (95% CI: 1,02–11,95) menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan diet hipertensi.